Sunday, August 3, 2008
Di Excel ada sebuah rumus yang berkode FV, merupakan kependekan dari Future Value (nilai masa depan), yaitu digunakan untuk menghitung sebuah nilai itu akan senilai berapa di masa depan dengan memperhitungkan pertumbuhan anuitas selama masa berjalan tersebut.
Lawan dari FV, adalah PV (Present Value), PV ini menghitung sebuah nilai yang kita prediksikan pada masa datang akan senilai berapa pada masa sekarang.
Kedua rumus tersebut, diajarkan cara kerjanya kalau tidak salah semasa kita masih duduk di bangku SMP, dan jujur pada waktu itu diajarkan saya sema sekali tidak memahami apa manfaat kita mengetahui hal tersebut.
Ketika berbincang-bincang dengan Ayah untuk membahas biaya sekolah AKu dan Adik, saya menyadari betul sekolah yang Mamaku incar untuk Aku nanti masuk SMA saat ini memiliki uang pangkal 15 juta rupiah, dan 16 bulan dari sekarang Ayah harus mempersiapkan dana yang senilai sebesar itu untuk 18 bulan kedepan guna keperluan sekolah Ku, hal yang sama pada Adiku yang 3 tahun dari sekarang akan masuk SMP dimana sekarang Adiku menghabiskan 7 Juta rupiah untuk uang pangkalnya, oke, itu baru SMA dan SMP belum KuliahKu nanti hehehehe, anda pernah memperhitungkan dana pensiun, setelah kita tua nanti dan tidak produktif, dan apabila anda tidak ingin menyusahkan putra-putri nantinya, maka harus ada dana pensiun yang kita miliki yan sanggup untuk memenuhi kebutuhan kita nantinya, dan sekali lagi disini nilai yang harus kita pikirkan bukanlah berapa nilai sekarang-nya, tapi nilai nantinya
Nah, disinilah fungsi FV dan PV mengambil alih, kita ambil contoh sekarang biaya Aku 2 tahun lagi, dengan asumsi uang pangkalnya sama dengan uang pangkal Adiku 4 juta rupiah dan suku bunga inflasi per bulan adalah 1% maka 4 tahun (4 bulan) dari sekarang uang pangkal itu akan menjadi PV(1%, 48, 0, 4jt) dan itu adalah sebesar 6.5 juta rupiah. Nah coba dengan yang lain, dana pensiun misal, anggaplah biaya hidup kita saat ini sebesar 2 juta rupiah, untuk 35 tahun kedepan dengan inflasi 1% per bulan itu akan menjadi 130 juta rupiah … woowwwww, saya sendiri pernah melakukan checklist semua kebutuhan keluarga saya sampai 40 tahun ke depan ….. dan …. biaya yang saya perlukan hingga 40 tahun kedepan mencapai 12 milyar rupiah, whaarahkadah
Lalu apa hubungannya dengan menabung, walah setelah sekian panjang baru ke inti masalahnya hehehehe, ya menabung di bank saat ini sebenarnya adalah sebuah penipuan masal, bank hanya memberikan bunga kurang dari 8% p.a untuk deposito bahkan untuk yang tabungan biasa bisa mendapat 4% itu sudah sebuah hal yang luar biasa, sementara inflasi sendiri ternyata selalu lebih besar dari 8% per tahun.Itu artinya, setelah sekian tahun menabung, nilai uang anda bukan malah bertambah tapi malah berkurang.
Dan itulah sebabnya saya tidak terlalu berminat untuk menabung di bank
0 Comments:
Post a Comment